Pertemuan 4

Nasionalisme

  1. Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme jika ditinjau secara etismologis berasal dari bahasa Latin nation (kata benda nation, dari kata kerja nasci yang berarti dilahirkan) yang berarti bangsa yang dipersatukan karena kelahiran. Namun, arti dan hakikatnya yang melekat pada kata tersebu sudah berubah menurut ruang dan waktu serta disesuaikan denhan penafsirannya. Secara fundamental nasionalisme timbul dari adanya national consciousness. Dengan istilah lain, nasionalisme adalah formalisasi dan rasionalisasi dari kesadaran nasional. Kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yakni negara nasional (Ismaun dalam Noor M.Bakry, 1994: 172).

 

Nasionalisme dalam arti negatif adalah suatu sikap yang keterlaluan, sempit dan sombong terhadap bangsanya. Apa yang menguntungkan bangsa lain diinjak-injak. Nasionalisme semacam ini mencerai-beraikan bangsa satu dengan bangsa lainnya.

 

Nasionalisme dalam arti positif adalah sikap nasional untuk mempertahankan kemerdekaan dan harga diri bangsa dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme dalam pengertian ini sangat berguna untuk membina rasa persatuan antara penduduk negara yang heterogen karena perbedaan suku, agama, ras, dan golongan, serta berfungsi untuk membina rasa identitas dan kebersamaan dalam negara dan sangat bermanfaat untuk mengisi kemerdekaan yang sudah diperoleh.

  1. Sejarah Nasionalisme

Bermula pada masa Kekaisaran Romawi sekitar 400 tahun SM, istilah nasionalisme muncul dengan makna negatif. Baru pada abad 18 pada masa revolusi Perancis nasionalisme memiliki makna positif. Namun dalam perkembangannya, nasionalisme yang fanatik menimbulkan fasisme seperti yang terjadi di sejumlah negara Eropa, sedangkan di sisi lain menumbuhkan semangat pembebasan bangsa-bangsa Asia Afrika dari belenggu kolonialisme. Nasionalisme yang muncul pada akhir abad 18 dalam suasana liberalisme di antara bangsa-bangsa Eropa yang merasa perlu menekankan idenitas dan kesamaan derajatnya dengan Inggris dan Perancis pada waktu itu paling maju. Walaupun bangsa-bangsa lain seperti Jerman dan Italia khususnya, merasa sama dalam hal budaya, namun secara politis mereka kurang berarti karena terpecah belah. Oleh karena itu, rasa nasionalisme pada waktu itu berkobar-kobar bahkan sengaja dikobarkan sampai negara-negara bersatu merdeka dan dicapai pada akhir abad 19.

 

Dalam usaha menciptakan basis ideologis untuk perjuangan nasional tidak jarang dikembangkan bahasa nasional dan diambil ide-ide dan cara hidup yang baru dari bangsa yang sudah membentuk negara nasional. Dalam praktiknya, banyak mengambil ide-ide dari barat yang kadang-kadang menjadi lawan utama dari para nasionalisoleh karena itu, timbul paham yang setengah baru setengah lama sebagai bangsa. Nasionalisme baik yang ada di Eropa Timur, Balkan, Asia maupun Afrika sangat tertarik, tetapi juga sekaligus menolak apa yang terpaksa dicontoh dari barat tersebut. Tidaklah mengherankan jika para nasionalis abad ini yang merupakan tokoh-tokoh peralihan dari era tradisional dan modern seperti Sun Yat Sen, Kemal Atratruk, Nehru, Soekarno, dan Nasser.

  1. Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme bagi bangsa Indonesia merupakan suatu faham yang menyatukan pelbagai keturunan bangsa asing dalam wadah kesatuan negara Republik Indonesia. Dalam konsep ini berarti tinjauannya bersifat formal, yaitu kesatuan dalam arti kesatuan rakyat yang menjadi warga negara Indonesia, yang disebut dengan nasionalisme Indonesia. Karena rakyat Indonesia ber-Pancasila, yaitu faham kebangsaan yang berdasar pada nilai-nilai Pancasila (Noor Ms. Bakery, 1994: 173). Untuk memahami pengertian nasionalisme Indonesia (Noor Ms. Bakry, 1994: 109) secara sistematik menjelaskan dengan mengacu pada sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Istilah persatuan berasal dari kata satu, yang berarti utuh tidak terpecah belah. Persatuan berarti sifat-sifat dan keadaan sesuai dengan hakikat satu. Dalam hal itu, terkandung pengertian disatukannya bermacam-macam bentuk menjadi satu kebulatan atau dengan kata lain diartikan juga usaha untuk menjadikan keseluruhan ke arah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dari dua pengertian itu dapat dikatakan bahwa persatuan adalah proses kearah bersatu.

 

Bagaimana Nasionalisme Indonesia ? Istilah Indonesia ditinjau secara politis dapat diartikan sebagai bangsa Indonesia dan dapat juga diartikan rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia juga memiliki dua makna, yakni bangsa alami dan bangsa dalam pengertian negara. Bangsa alami adalah sekelompok manusia yang bertabiat yang sama dan berketurunan sama yang berasal dari wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia dalam makna negara adalah sekelompok manusia yang mempunyai cita-cita hidup bersama dalam suatu ikatan politis kenegaraan Indonesia. Rakyat Indonesia adalah sekelompok manusia yang menjadi warga negara Indonesia dan ada pertautan hukum yang berlaku di Indonesia, baik yang berdiam di dalam maupun luar negeri. Jadi, hal itu ditinjau secara formal atas dasar kewarganegaraan.

 

Selanjutnya, yang dimaksud dengan kata Indonesia dalam rumusan Persatuan Indonesia adalah ari politik karena yang menyesuaikan dengan hakikat satu atau yang dapat menjadikan dirinya ke arah satu kesatuan adalah manusia, yaitu rakyat Indonesia. Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa rakyat Indonesia ialah persatuan sekelompok manusia yang menjadi warga negara Indonesia. Kelompok rakyat Indonesia, baik yang berkebangsaan Indonesia asli maupun yang keturunan asing, dengan adanya perjalnan waktu, dapat juga mempunyai cita-cita yang sama, sehingga akhirnya membentuk suatu kesatuan karena kesatuan dalam satu negara merupakan dasar negara Indonesia. Jadi, nasionalisme Indonesia berarti rasa kesatuan yang tumbuh dalam hati sekelompok manusia berdasarkan cita-cita yang sama dalam suatu ikatan organisasi kenegaraan Indonesia. Dengan demikian jelaslah bahwa nasionalisme Indonesia adalah kebangsaan Indonesia yang dibentuk, bukan secara alami. Persatuan Indonesia dalam Pancasila dapat diuraikan secara singkat sebagai usaha ke arah bersatu dalam kebulatan satu kesatuan rakyat untuk membina nasionalisme dalam negara. Persatuan Indonesia adalah proses untuk terwujudnya nasionalisme Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: